Kamis, 07 Maret 2013

KARDINAL GADUNGAN









VATIKAN, KOMPAS.com  Seorang penipu yang mengenakan pakaian mirip kardinal menyelinap ke Vatikan, Senin (4/3/2013). Orang itu mencoba ikut serta dalam pertemuan para kardinal untuk memilih paus baru. Namun, aksinya ketahuan ketika pasukan Garda Swiss memperhatikan jubahnya yang kependekan.

Pria itu, yang menyebut dirinya "Basilius", berjabat tangan dengan "sesama kardinal". Ia melakukan hal itu di alun-alun di luar balairung Paulus VI sebelum ia tertangkap dan dibawa pergi.

Ulah pria bernama Ralph Napierski itu terjadi saat 103 kardinal yang sebenarnya tiba di Roma untuk memulai pertemuan yang akan menentukan kapan paus baru akan dipilih. Keputusan itu ditunda karena ada 12 kardinal yang masih belum tiba.

Ralph Napierski yang kelahiran Jerman terlihat berjabat tangan dengan Kardinal Sergio Sebiastiana yang tidak merasa curiga di luar aula Paus Paulus VI di Vatikan.

Pasukan Garda Swiss yang waspada kemudian membawa Napierski karena mengenakan jubah yang kependekan, kalung salib yang tidak biasa, dan selempang ungu yang sebenarnya hanya sebuah syal. Demikian lapor media Italia Gazzetta del Sud. Bukannya mengenakan kopiah (skullcap), pria malah pakai topi fedora yang tampak aneh.

Sebelum ketahuan sebagai kardinal palsu, Napierski sempat berbicara kepada wartawan. Ia mengaku, namanya Basilius dan bahwa ia anggota Gereja Ortodoks Italia. Napierski juga mengatakan kepada wartawan bahwa Gereja Katolik telah membuat "kesalahan serius" dengan mengizinkan para pastor yang dituduh melakukan kejahatan seks pindah ke paroki-paroki yang berbeda di tempat lain dan menutupi-nutupi skandal itu.

Penipu itu punya situs web. Di situsnya, ia mengklaim sebagai uskup dari sebuah organisasi Katolik yang disebut Corpus Dei. Di You Tube, Napierski juga mengunduh sejumlah video yang menjelaskan manfaat dari "praktik spiritual kuno tersembunyi tentang Yesus Yoga". Sementara di situs webnya ia menjelaskan bahwa ia sedang memerangi ajaran sesat dan gerakan palsu di dalam Gereja Katolik Roma.

Pejabat Vatikan mencoba mengecilkan insiden itu. "Saya sama sekali tidak menyadari hal itu. Saya berada di dalam aula dan semua yang berada di dalam benar-benar para kardinal," kata Juru Bicara Vatikan Pastor Federico Lombardi.

Rabu, 26 Desember 2012

SMPN 2 Boawae : Sepeda Motor Termahal di Dunia

Sepeda Motor Termahal di Dunia: 5 Sepeda Motor Termahal di Bumi 1. Dodge Tomahawk V10 Superbike Moge Harga : Rp.6,52 Milliar 2. Ecosse Titanium Series Harga : 2,7...

Sabtu, 25 Agustus 2012

SMP NEGERI 2 BOAWAE : Koleksi Wallpaper Windows 8

 
JAKARTA, KOMPAS.com -- Sebanyak tiga pengurus organisasi guru di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengkritisi masalah pembayaran tunjangan profesi guru yang terlambat dan kurang, dimutasi mendadak pada Sabtu (11/8/2012). Para guru ini memiliki bukti bahwa dana tunjangan pendidik guru selama enam bulan untuk guru-guru bersertifikat di Kota Makassar ternyata tidak dibayarkan tepat waktu dan tidak sesuai jumlah yang ditransfer Kementerian Keuangan.

Selain Nurdin sebagai Ketu Dewan Pimpinan Daerah Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Sulsel, dua guru lain yang juga pengurus FGII mendadak dimutasi. Mereka adalah Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) FGII Marwan dan Sekretaris DPC FGII Kota Makassar Mustofa.

Nurdin yang memimpin aksi unjuk rasa guru-guru ke DPRD pada Senin lalu karena tunjangan profesi yang dibayarkan pada guru hanya dua bulan dari yang seharusnya enam bulan. Aksi ini membuat DPRD memangil pejabat Pemkot Makassar yang kemudian terungkap bahwa dana tunjangan profesi untuk guru sebenarnya ada.

Namun demikian, Pemkot Makassar hanya menyanggupi membayar untuk lima bulan. Tunjangan profesi untuk dua bulan sudah dibayarkan, sedangkan yang tiga bulan lagi dijanjikan sebelum Lebaran.

Nurdin, guru Bahasa Inggris SMPN 27 Makassar dipindahklan ke SMPN 38 yang berlokasi di pulau. Surat mutasi yang ditandatanagni Ketua Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar Muhammad Kasim diterima Sabtu ini. Marwan, guru olahraga SMPN 34 Makassar juga dimutasi mendadak ke SMPN 28 Makassar yang berlokasi di pulau.

"Saya hadir ke DPRD karena diundang. Saya ikut menjelaskan masalah tunjangan profesi guru yang tidak dibayarkan penuh. Kami punya bukti dari Kementerian Keuangan kalau dana sudah ditransfer dua kali atau triwulan yang berarti pembayaran untuk enam bulan," kata Marwan.

Adapun Mustofa, guru di SMKN 2 Makassar dipindahkan ke sekolah terpencil di SMKN 9 Makassar. Semua surat mutasi tertanggal 9 Agustus tersebut diterima ketiga guru di Makassar ini pada Sabtu di sekolah masing-masing.

"Kami akan memperkararakan kasus ini ke PTUN. Para guru memperjuangkan hak mereka yang dikebiri. Kami mencegah dan melawan upaya korupsi di daerah kami," ujar Marwan yang juga Ketua Forum Komunikasi Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia Kota Makassar.

Sekretaris Jenderal FGII Iwan Hermawan sangat menyayangkan tindakan sewenang-wenang Pemkot Makassar. "Kami meminta agar keputusan mutasi dari Pemkot Makassar segera dicabut. Jika tidak, kami mendukung guru untuk mem-PTUN-kan keputusan Pemkot Makassar. Kebebasan berpendapat guru dijamin dalam Undang-Undang Guru dan Dosen tanpa intimidasi dari pihak manapun," tutur Iwan.













GURU dan PENDIDIKAN: Koleksi Wallpaper Windows 8

Jumat, 24 Agustus 2012

GURU dan PENDIDIKAN: 325 Guru Ditargetkan Sertifikasi di 2013

GURU dan PENDIDIKAN: 325 Guru Ditargetkan Sertifikasi di 2013: JAKARTA- -Pemerintah terus melanjutkan program sertifikasi guru di tahun 2013. Hal ini dimaksudnya guna mewujudkan pendidikan yang berkual...